Radio Lesmana

E-mail Print PDF

Jennifer Lopez Picu Kontroversi Nyanyi untuk Diktator Turkmenistan

Jennifer Lopez menuai sorotan karena tampil memenuhi undangan Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdimuhamedow, Sabtu (29/6). Kehadiran JLo menyanyikan lagu "Happy Birthday" untuk Gurbanguly dinilai tak pantas mengingat Gurbanguly dianggap sebagai diktator dan sedang diselidiki atas kasus pelanggaran HAM. 

Penyanyi yang pertengahan Juni lalu telah dianugerahi Hollywood Walk of Fame itu rupanya tak tahu soal pelanggaran hak asasi yang diduga dilakukan Gurbanguly. Minggu (30/6), humas JLo langsung menegaskan kalau awalnya acara tersebut digelar oleh China National Petroleum Corp dan tidak ada unsur politis apapun meski Presiden Gurbanguly juga hadir. "Jika tahu tentang pelanggaran hak asasi, Jennifer pastinya tak akan datang," sahut sang humas. 

Sedangkan soal nyanyian lagu ulang tahun untuk Gurbanguly, humas membela diri kalau JLo hanya memenuhi permintaan panitia. "Permintaan soal lagu ulang tahun itu diajukan di menit-menit terakhir sebelum JLo naik ke atas panggung. Dan dia hanya melakukan kewajibannya (tampil menyanyi)," sahut sang humas. 

Sebelumnya, 
Beyonce Knowles, Nelly Furtado, 50 Cent, Mariah Carey dan Usher tampil dalam sebuah acara yang berhubungan dengan Diktator Libya, Muammar Khadafi. Beyonce cs kemudian membela diri kalau mereka tak tahu bahwa Khadafi terlibat masalah terorisme dan akhirnya memutuskan untuk menyumbangkan uang hasil tampil itu untuk amal. 

Sumber: http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00036978.html#ixzz2XlXhB6ux